One day trip Pulau Seribu Jakarta

“Hallo teman-temen! Sudah terlalu lama rasanya saya ga pernah corat-coret di blog ini, Kali ini saya bakal ngomongin sulusi kurang piknik!

Cerita yang ga penting banget ini berawal dari mumet’nya otak’ alias ‘kurang piknik, tibalah level stress yang paling tinggi, yang memaksa saya untuk ngerefresh otak ini. Kerjaan, status dan tugas kuliah yang kadang membuat saya kurang tenang dalam menjalani hidup ini (lebay.com). Di tengah lamunan saya, tiba-tiba muncul pesan whatsapp dari teman saya yang menawarkan One day trip ke 3 pulau bersama salah satu travel agent dengan biaya trip dibawah angka Rp.100k, tanpa pikir panjang saya langsung jawab, ‘Oke deal minggu depan kita ke 3 pulau itu”. Tiga pulau yang dimaksud adalah pulau Kelor, Onrust dan Cipir. One day before trip saya bersama teman-teman berbincang di sebuah kantin untuk membicarakan keberangkatan acara tersebut. Keesokan harinya saya bangun pukul 03.30 pagi sesuai dengan alarm yang saya setting sebelum tidur, beberapa saat kemuadian teman saya pun mengirimkan whatsapp dan  dia bilang untuk segera bangun, yes saya pun bergegas untuk mempersiapkan apa yang akan saya bawa dan tidak lupa mandi tentunya”. Setelah semuanya siap saya langsung order ojek online untuk mengantarkan saya ke statsiun terdekat, yaitu statsiun tanjung barat. Sesampainya di statsiun saya bertemu 2 orang teman saya karena memang kita sudah janjian sebelumya, lalu kami jalan menggunakan kereta menuju statsiun Kota. Dari statsiun Kota kami  kami pesan taxi online. Tepat pukul 07.00 (lebih dikit) kami pun tiba di pelabuhan muara kamal, Penjaringan Jakarta Utara. Setibanya di Muara kamal, kami pun harus menunggu teman-teman yang lainnya, karena tim kami ada 10 orang. Sambil menunggu teman yang belum tiba di lokasi, teman saya yang bernama Rizki mengantri untuk mendaftarkan tim kami agar mendapatkan kapal yang akan kami tumpangi. Setelah menunggu beberapa lama tim kami pun akhirnya sudah lengkap dan mendapatkan pita (warnanya saya lupa) yang harus dapakai di lengan, lalu kami pun siap menyeberang lautan pulau seribu!. Oiaa kami mendapatkan kapal yang bernama ‘Jeruk’, kapal berbentuk minimalis ini terbuat dari kayu dan mampu membawa penumpang sekitar dari 50 orang. Sekitar pukul 08.00 WIB kami pun berangkat dari pelabuhan muara kamal menuju pulau pertama yang akan kami singgahi, yaitu pulau kelor.

Mungkin karena baru pertama kalinya dan belum terbiasa (alias norak), awalnya saya agak ragu dan takut untuk menumpangi kapal ini, namun setelah saya duduk di kapal tersebut dan  melihat orang-orang sekitar yang melakukan hal yang sama dengan ekspresi positif, sayapun merasa lebih tenang, it’s worth it I think”. Eitt sebelum kapal melaju kami pun tidak lupa untuk berdoa terlebih dahulu agar perjalanan kami diberi kelancaran. Kapal kami pun melaju menuju pulau kelor dengan suara mesin kapalnya yang cukup bising (emang gitu kali)”, dan saya pun menikmati pemandangan laut yang membuat saya merasa nyess dan sesekali kami berselfie ria dan ngobrol gak jelas”.

Setelah satu jam lebih (“kapal yg saya tumpangi ini jalannya agak lambat dibandingkan yang lain’’) akhirnya pulau yang akan kami singgahi sudah terlihat penampakannya, beberapa saat kemudian akhirnya kami pun tiba di pulau kelor “horee!! Kami pun turun dan mencari tempat untuk duduk-duduk yang adem sambil menikmati pemandangan laut pulau kelor, saya dan teman-teman pun tidak lupa untuk berselfie ria dan mencari spot yang nice.

Pulau Kelor dahulu dikenal dengan nama pulau Kherkof, merupakan pulau yang berada pada gugusan Kepulauan Seribu. Secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten administratif Kepulauan Seribu DKI Jakarta. Pulau Kelor adalah sebuah pulau kecil yang menyimpan sejarah masa lalu. Di pulau Kelor terdapat Benteng Martello, yaitu benteng bulat dari bata yang dibuat dengan meniru benteng Mortella di Corsica, sebuah pulau di Laut Tengah. Dulu, pulau Kelor adalah garda terdepan untuk mempertahankan Batavia dari serangan angkatan laut musuh yang menyerang dari samudera/laut.

Sekitar pukul 11.30 kami diminta untuk berkumpul kembali untuk melanjutkan perjalanan berikutnya, yaitu menuju pulau Onrust. Pulau Onrust merupakan salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta yang letaknya berdekatan dengan Pulau Bidadari. Pada masa kolonial Belanda, rakyat sekitar menyebut pulau ini adalah Pulau Kapal karena di pulau ini sering sekali dikunjungi kapal-kapal Belanda sebelum menuju Batavia. Di dalam pulau ini terdapat banyak peninggalan arkeologi pada masa kolonial Belanda dan juga sebuah rumah yang masih utuh dan dijadikan Museum Pulau Onrust (Wikipedia). Perjalanan dari pulau kelor menuju pulau Onrust ini tidak terlalu lama, sekitar 30 menit (kalo gak salah) kami pun tiba di pulau Onrust. Setibanya kami pun kembali mencari tempat adem, di taman Onrust ini cukup rindang alias banyak pohon, jadi kami tidak kesulitan untuk berteduh karena kebetulan cuaca di kepulauan seribu panas bat. “Ohya buat kalian yang ingin ngetrip ke pulau seribu jangan lupa pake Lotion anti UV atau Sunblock biar kulitnya gak gosong kaya yg saya alami waktu itu’’. Setelah mendapatkan tempat “DPR”(dibawah pohon rindang), saya dan yang lainnya bergantian untuk ke warung makan, karena di pulau ini kebetulan ada warung nya harganya pun standar tidak terlalu mahal, saya waktu itu makan pake sayur kangkung+ikan kembung dan kerupuk (yang sekantong gede) hanya 17k, ‘’Eh tapi temen saya makan pake telur dadar+sayur kangkung+gorengan satu biji dihargai 20k, ga ngerti juga hitungannya kaya gimana’, mungkin dilihat dari tingkat kegantengan seseorang kali wkwk”. Setelah kami lunch dan bernafas sejenak, kami pun mendapatkan pengumuman dari pengeras suara panitia untuk berkumpul dan kami pun berkumpul bersama team-team yang lain. Fyi di Travel perjalanan kami ini ada tour guide local nya. Tour guide ini akan mengajak kita untuk berwisata sejarah di pulau Onrust ini, keren kan .. berasa jadi anak SMA lagi’’ hehe. Dan kami pun mengikuti arahan dari panitia dan tour guide local tersebut untuk meng-explore pulau Onrust. Banyak  dari temen-temen yang begitu excited karena team panitia menjanjikan akan ada kuis pertanyaan setelah wisata sejarah pulau Onrust ini selesai. Kami dan yang lainnya pun  menikmati kekayaan alam yang bersejarah ini, dan mengabadikan nya menggunakan  camera masing-masing.

Setelah explore pulau Onrust selesai sekitar pukul 14.30 kami berkumpul kembali, untuk melakukan perjalanan berikutnya. Destinasi terkahir yang akan kita singgahi adalah pulau Cipir. Pulau ini hampir sama dengan pulau Onrust, terdapat banyak pohon rindang dan bangunan tua yang memilki cerita sejarah. Di pulau ini saya dan temen-temen yang lain bermain air di pinggir laut, ombaknya kecil dan cukup bersih, tidak ada sampah dan rasanya asin, cukup asik untuk berenang ria, awalnya sih ragu tapi setelah melihat banyak orang yang asik berenang dan ada juga yang bermain banana boot. Karena matahari pada saat itu sudah tidak terlalu menyengat lagi, jadi saya dan teman-teman pun ikut berenang ria! Saat asik berenang tiba-tiba teman saya yang bernama Jalil tiba-tiba menghentikan keasikannya, karena kaki nya terluka dan segera memanggil panitia P3K untuk segera di obati. “Nah ini perhatian juga buat teman-teman yang ingin berenang di pantai pulau Cipir ini harus tetap berhati-hati karena pasir batu karang disana cukup tajam, usahakan pakai sandal (sandal yang ada pengikat kakinya), tapi alhamdulilah walaupun saya ga pakai sandal kaki saya gak terluka, hanya saja hati ini yang terluka hikshiks. Setelah puas bermain air laut kami pun kebingungan karena kamar mandi disana sangat waiting list. Sampai pada akhirnya kami pun membeli Air mineral Aqua untuk membilas badan bekas berenang di air laut ini dan kami ganti pakaian secara bergantian di sebuah bangunan yang katanya dulu bangunan ini adalah rumah sakit.

Well, setelah semuanya rapi kami bergegas untuk mencari spot yang bagus untuk melihat sunset. Di pulau Cipir ini ada jembatan penghubung antar pulau, which is spot disini sangat ciamik untuk menyaksikan matahari terbenam, pastinya keren banget buat ber foto-foto ria.

Setelah berfoto ria dengan sunset, hari pun mulai gelap. Panitia travel perjalanan memberikan pengumuman untuk mengambil kertas lampion yang akan dibagikan, kami mendapat jatah satu lampion untuk 2 orang. Acara pelepasan lampu lampion ini adalah acara puncak perjalanan kami, tentu sangat romantis bagi kamu yang berpasangan, sabar ya mblo”. Eits jangan salah suasana bahagia itu gak perlu bersama pasangan, bersama teman-teman pun pasti lebih seru (#pembelaanseorangjomblo)”.

Okeh lah kalo begitu setelah acara lampionnya selesai, kami semua bergegas kembali untuk menuju pelabuhan muara kamal. Kami berterimakasih kepada semua orang yang terlibat dalam acara “one day trip” ini baik panitia maupun dari team yang lain. Kalian luar biasahh. “This is our best journey in October”,  See u next trip Gaes!

 

 

Klick Link Video It’s a beatiful day ini ya gaes, Video singkat dengan pengambilan gambar seadanya”. Jangan lupa juga mampir di blog temen saya ini Jalan Jalan Seru

Thanks ya gaes yang udah mampir ke Blog ini!

Advertisements

3 thoughts on “One day trip Pulau Seribu Jakarta

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: