Ketika MEA Diberlakukan ‘Siapkah Indonesia? ‘

Hello Good people’, ini adalah coretan pertama saya di tahun 2016, semoga resolusi gagal tahun lalu bisa terwujud tahun ini ‘amin. Pada tahun 2016 ini mengingatkan kita pada Pasar Bebas ASEAN atau yang biasa disebut MEA yang sudah diberlakukan pada akhir Desember 2015 lalu, beberapa hari sebelum diberlakukannya MEA tersebut saya menemukan sebuah artikel yang ditulis oleh seorang anggota Initiatives of Change (IofC), beliau menceritakan tentang kegaduhan menjelang MEA’, itulah yang menggerakan jari tangan saya untuk corat coret mengenai hal tersebut.
image

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang diberlakukan pada awal tahun 2016 membuat sebagian pihak merasa khawatir dengan kesiapan Indonesia dalam menghadapi pasar bebas ASEAN. Tujuan dari pasar bebas ASEAN ini sangatlah penting yakni meningkatkan stabilitas perekonomian di kawasan ASEAN sekaligus membentuk kawasan ekonomi Asia Tenggara yang kuat. Pemerintah di masing-masing negara sudah pasti melakukan persiapan menghadapi era perdagangan bebas ini dari jauh-jauh hari tak terkecuali Indonesia. Mau tidak mau semua negara yang tergabung dalam pasar bebas ASEAN ini harus sudah siap, karena ini sudah tiba pada waktunya berlaku peraturan aliran bebas investasi, jasa, barang, tenaga kerja terdidik dari dan ke masing-masing negara. Sebenarnya Indonesia sendiri memiliki berbagai kendala di bandingkan negara-negara ASEAN lainnya, terutama dari aspek daya saing. Pemerintah Indonesia telah mengklaim sangat serius dalam mensosialisasikan manfaat MEA maupun dampaknya bagi masyarakat dan negara, sehingga pemerintah menerbitkan intruksi presiden (InPres) no 11/2001 tentang pelaksanaan komitmen cetak biru MEA. Poin-poin cetak biru tersebut menjadi pedoman bagi semua pihak terkait untuk meningkatkan kualitas daya saing produk atau jasa. Dalam cetak biru ditetapkan 12 sektor prioritas yang menjadi unggulan bagi Indonesia dalam menghadapi MEA, namun meski ada 12 sektor unggulan yang dipersiapkan, belum ada satupun yang meyakinkan bagi Indonesia. Oleh karena itu sosialisasi tetap harus digencarkan oleh pemerintah agar masyarakat benarr-benar siap dengan langkah-langkah yang tepat. Sebagai contoh pemerintah harus menggencarkan pemakaian produk-produk dalam negeri kepada masyarakat disamping meningkatkan kualitas produknya, karena ada kekhawatiran mengenai serbuan tenaga kerja dan produk-produk asing dipastikan semakin membanjiri produk dalam negeri. Banyaknya kendala yang masih perlu dibenahi untuk memperkuat industri dalam negeri menjadi kekhawatiran berbagai pihak, terutama dalam daya saing produk dari sisi kualitas, serta faktor ekonomi karena biaya tinggi dan infrastruktur, selain itu maraknya korupsi, faktor perizinan dan sebagainya juga melemahkan Indonesia.

Dari uraian tersebut kita berharap semoga dengan diberlakukannya pasar bebas ASEAN, dapat mendorong Indonesia lebih meningkatkan produktivitas dalam negeri dalam hal apapun agar Indonesia mampu bersaing menghadapi aliran bebas investasi, barang, jasa, maupun tenaga kerja terdidik yang sudah diberlakukan ini, dan dukungan pemerintah sangat berperan penting dalam hal ini. Pada intinya kita sebagai masyarakat Indonesia harus tetap semangat untuk meningkatkan kualitas diri dalam hal apapun.
image

#SalamMEA #SalamASEAN

By; Awan Hayun

Advertisements

One thought on “Ketika MEA Diberlakukan ‘Siapkah Indonesia? ‘

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: